PILKADA SERENTAK, KAJATI PAPUA INGATKAN KPU-BAWASLU KERJA JUJUR

kata Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Papua, Nikolaus Kondomo, SH, MH. (Richard/foto)
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Papua, Nikolaus Kondomo, SH, MH. (Richard/foto)

“Pemilu serentak, baik KPU dan Bawaslu menjaga netralitas, kerja jujur, dan tidak memihak kepada pasangan calon tertentu dalam Pilkada. Jika tidak jujur, KPU dan Bawaslu sendiri menimbulkan konflik internal, bagi para pendukung calon bupati dan wakil bupati, sebagai peserta Pilkada serentak 11  kabupaten di Papua,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Papua, Nikolaus Kondomo, SH, MH, Selasa (04/02/2020) di Jayapura, Papua.

Ditanya soal peran Kajati Papua dalam Pilkada Serentak, Nikolaus menyebutkan dalam rangka menjaga dan mengawasi pelaksanaan Pilkada setentak 11 kabupaten di Papua, pihaknya bakal membangun sejumlah posko pengaduan masyarakat. Posko ini nantinya berguna membantu para penyelenggara Pemilu dalam memantau proses Pemilu.  

“Ya selain kita membangun sejumlah posko pengaduan masyarakat, kita juga ikut mengawasi alokasi anggaran Pilkada 11 kabupaten peserta Pilkada Papua. Sebab Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) akan menjadi masalah. Jika tidak dikelolah secara benar oleh KPU dan Bawaslu 11 kabupaten di Papua,” ujar Kepala Kajati Papua.

Sekadar diketahui, 11 kabupaten peserta Pemilu di Papua, yakni Kabupaten Keerom, Mamberamo Raya, Supiori,  Waropen, Nabire, Merauke, Boven Digoel, Asmat, Pegunungan Bintang, Yahukimo, dan Yalimo.

(Richard/PnielNews)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.